Sabtu, 17 Mei 2014

Karena akulah ...

Aku berharap ini akan segera berakhir
Segala obsesi yang ku lakukan sekarang
Bukan hanya tentang kamu dan dirimu
Tapi juga tentang perasaanku saat ini

Entah berapa kalipun aku harus mencobanya
Entah berjuta rasa sakit aku harus menahannya
Setidaknya jalan ini masih belum terlalu jauh, bukan?

Bagaimana bisa aku terlalu bodoh seperti ini
Bukan salahmu, memang bukan salahmu
Aku hanya berharap kamu tahu walaupun takkan mungkin

Karena akulah yang melihat kamu dari kejauhan
Akulah yang mendoakan kamu dalam keheningan

Dan akulah yang mencintai kamu dalam kerahasiaan

Tak Tertuju

Menetes air gerimis yang merinai di pelupuk mata
Terlihat kelam langit tanpa cercah sinaran bintang
Kulinangkan rindu diujung mata nan sayu ini

Teringat raut wajahmu nan indah dan rupawan
Terlinang dipikiran sosokmu yang istimewa
Kulirihkan namamu di setiap hembusan nafas
Kenang suaraku yang berharap akan dikau

Rupawan
Lengkungan garis awan berwarna-warni
Penghias langit usai hujan datang
Bagai bentangan harapan menuju kebahagiaan
Bertuliskan makna kasih yang tak tersampaikan

Dan telah ku coba ungkapkan yang tertahan
Bersama dengan hembusan bayu nan laju
Berharap engkau kan terlintas tuk merasakan
Tentang kagumku yang tiada tertuju untukmu