Sabtu, 17 Mei 2014

Tak Tertuju

Menetes air gerimis yang merinai di pelupuk mata
Terlihat kelam langit tanpa cercah sinaran bintang
Kulinangkan rindu diujung mata nan sayu ini

Teringat raut wajahmu nan indah dan rupawan
Terlinang dipikiran sosokmu yang istimewa
Kulirihkan namamu di setiap hembusan nafas
Kenang suaraku yang berharap akan dikau

Rupawan
Lengkungan garis awan berwarna-warni
Penghias langit usai hujan datang
Bagai bentangan harapan menuju kebahagiaan
Bertuliskan makna kasih yang tak tersampaikan

Dan telah ku coba ungkapkan yang tertahan
Bersama dengan hembusan bayu nan laju
Berharap engkau kan terlintas tuk merasakan
Tentang kagumku yang tiada tertuju untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar